Senin, 27 Mei 2013

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari 4 kelompok/bagian, yakni 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca), 2. Laporan Laba/Rugi, 3. Laporan perubahan Ekuitas/Modal, serta 4. Laporan Arus Kas.
1.      Laporan Neraca, adalah laporan keuangan yang melaporkan jumlah kekayaan, kewajiban keuangan dan modal sendiri perusahaan pada waktu tertentu. Jumlah kekayaan disajikan pada sisi aktiva, sedangkan jumlah kewajiban dan modal sendiri disajikan pada sisi passiva. Karena jumlah aktiva haruslah sama dengan jumlah pasiva, maka


Aktiva/kekayaan = Kewajiban Finansial + Modal Sendiri
 
 


Persamaan tersebut sering disebut sebagai accounting identity .
Kekayaan/aktiva disusun sesuai dengan kemudahannya untuk dirubah menjadi kas, maka kas disini akan selalu ditempatkan pada rekening yang paling atas, kemudian baru diikuti dengan rekening-rekening yang lebih tidak liquid.
Aktiva Lancar? Yaitu aktiva yang menunjukkan bahwa umumnya aktiva tersebut untuk berubah menjadi kas memerlukan waktu yang cukup singkat, yaitu kurang dari 1 tahun.
Aktiva Tetap? Menunjukkan bahwa untuk dapat berubah menjadi kas memerlukan waktu yang lebih dari 1 tahun, dan kembalinya secara berangsur-angsur, yakni lewat proses penyusutan aktiva.

2.      Laporan Laba Rugi
Laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu.
Lalu bedanya dengan laporan neraca?
Laporan Laba/Rugi menunjukan laporan selama suatu periode (misal selama satu tahun), sedangkan laporan Neraca menunjukkan laporan pada waktu tertentu (misal pada tanggal 31 Desember 2013).

3.      Laporan Perubahan Ekuitas/Modal
Laporan perubahan modal adalah salah satu bentulk laporan keungan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama dalam masa periode tertentu.
Di dalam laporan perubahan modal terdapat beberapa komponen diataranya :
1.      Modal awal : Keseluruhan dana yang di investasikan kedalam perusahan yang digunakan untuk menunjang pengoperasian perusahan pada saat awal perusahaan tersebut baru berdiri atau posisi modal awal perusahan pada awal bulan pada tahun yang bersangkutan.
2.      Laba / rugi : Selisih dari bersih antara total pendapatan dengan total biaya.
3.      Prive : Penarikan sejumlah dana oleh pemilik perusahan yang digunakan untuk keperluan di luar kegiatan / operasional perusahaan atau yang digunakan untuk keperluan pribadi.
4.      Modal akhir : Keseluruhan dana yang merupakan hasil akhir dari penambahan modal awal ditambah dengan laba ( jika mengalami keuntungan ) atau pengurangan modal awal dikurangi rugi usaha ( Jika mengalami kerugian ) kemudian dikurangi dengan total prive dan hasil merupakan modal akhir.
Jadi unsur yang termasuk di dalam laporan perubahan modal terdiri dari Investasi awal atau modal awal, laba-rugi selama periode yang bersangkutan, prive penarikan modal oleh pemilik dan modal akhir.

4.      Laporan Arus Kas
Laporan aliran kas meringkas aliran kas masuk dan keluar perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Laporan aliran kas mempunyai 2 tujuan, yakni 1. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu, 2. Memberikan informasi mengenai efek kas dari kegiatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan selama periode tertentu.


RASIO-RASIO KEUANGAN
1.      Rasio Liquiditas
Yaitu rasio yang mengukur kemampuan liquiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap utang lancarnya.
Ada beberapa rasio liquiditas, yaitu:
a.       Rasio lancar, rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Rasio lancarbisa dihitung sebagai berikut ini:

Rasio lancar  = 

b.      Rasio quick (acid – test ratio), mengeluarkan persediaan aktiva lancar,persediaan biasanya dianggap sebagai asset yang paling tidak liquid. Untuk menjual persediaan ( mengubah persediaan menjadi kas ) waktu yang diperlukan lebih lama (dibandingkan piutang dagang). Disamping itu tingkat ketidakpastiannya, termasuk kemungkinan nilai persediaan turun karena produk rusak atau kualias yang menurun, juga lebih tinggi. Dengan alasan semacam itu, persediaan dikeluarkan dari perhitungan rasio lancar.
Dapat dihitung dengan rumus:


2.      Rasio Aktivitas
Yaitu rasio yang digunakan untuk melihat seberapa besar efisiensi penggunaan aset oleh perusahaan, juga melihat seberapa besar dana yang tertanam pada aset tertentu cukup besar, sementara dana tersebut mestinya bisa dipakai untuk investasi pada aset lain yang lebih produktif, maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya. Sedangkan yang termasuk dalam konteks pembahasan rasio aktivitas antara lain adalah 1. Rata-rata umur piutang, 2. Perputaran persediaan, 3. Perputaran aktiva, dan 4. Perputaran total aktiva.
3.      Rasio Utang/Solvabilitas/Leverage
Yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvable adalah perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan pada sisi kanan atau kewajiban perusahaan. Ada beberapa macam rasio leverage yang bisa dihitung, yaitu rasio utang terhadap total aset, rasio times interest earned, dan rasio fixed charge coverage.
Untuk menghitung  macam-macam rasio utang tersebut dapat dicari dengan rumus:
Rasio Total Utang terhadap Total Aset =

Times Interest Earned (TIE) =

Fixed Charge Coverage =


4.      Rasio Profitabilitas
Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan ( Profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.
Ada 3 rasio yang sering digunakan, yakni profit margin, return on aset (ROA). Dan return on equity (ROE).
a.       Profit Margin, menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Profit margin dapat dihitung menggunakan rumus:
Profit margin =
Profit margin yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Secara umum rasio yang rendah menunjukkan ketidakefisienan pada manajemen.  rasio ini cukup bervariasi darisatu industry ke industry lainnya.
b.      Return On Asset (ROA), mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. ROA dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Return On Aset (ROA) =
Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan aset, yang berarti semakin baik.
c.       Return On Equity (ROE), mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham. Rasio ini dapat dicari menggunakan rumus:
Return On Equity =
Angka yang tinggi untuk ROE menunjukkan tingkat profitabilitas yang tinggi. Rasio ROE tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. Karena itu rasio ini bukan pengukur return (tingkat pengembalian) yang diterima pemegang saham yang sebenarnya. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat penggunaan utang (leverage keuangan).
5.      Rasio pasar
Rasio yang digunakan untuk mengukur harga pasar saham perusahaan, relatif terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut pandang investor (atau calon investor), meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio-rasio ini.
Ada beberapa rasio yang bisa dihitung dalam rasio pasar ini, yakni PER (Price Earning Ratio), dividend yield, dan pembayaran dividen (dividend pay-out ratio).
a.       PER melihat harga pasar saham relatif terhadap earning-nya.  PER bisa dicari dengan rumus :
PER =
b.      Rasio Dividend Yield dapat dicari dengan menggunakan rumus:
Divident Yield =
c.       Rasio Pembayaran Dividen, rasio ini melihat bagian earning (pendapatan) yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor. Bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan. Rasio ini dapat diketahui dengan menggunakan rumus:
Rasio Pembayaran Dividen =
Perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi akan mempunyai rasio pembayaran dividen yang rendah dan begitupun sebaliknya, perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah akan mempunyai rasio yang tinggi. Pembayaran dividen juga merupakan bagian dari kebijakan dividen perusahaan.
6.      Rasio Rentabiitas ekonomis, atausering disamakan dengan earning power dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba usaha dengan aktiva yang digunakan untuk memperoleh laba tersebut. Rentabilitas ekonomis (RE) ini dihitung dengan membagi laba usaha (EBID) dengan total aktiva. RE Perusahaan dapat diketahui dari Rumus  sebagai berikut :
RE =

NILAI WAKTU UANG
TIME VALUE OF MONEY
Kalau seseorang disuruh memilih untuk menerima sejumlah uang misanya 10 juta sekarang/saat ini, ataukah memilih menerima sejumlah uang yang sama-sama 10 juta pada satu tahun yang akan datang, pasti ia akan memilih untuk menerima sejumlah uang tersebut sekarang ini. Mengapa hal ini terjadi? Karena adanya nilai waktu uang yang akan selalu berlaku, lebih khusus lagi dalam persentase Rupiah, mata uang Negara kita sekarang ini, karena nilai uang pada waktu yang berbeda tidaklah akan bisa dianggap sama nilainya.
1.      Bunga Berganda (compound interest),
menunjukkan bahwa bunga dari suatu pokok pinjaman/simpanan juga akan dikenakan/memperoleh bunga pada periode selanjutnya. Untuk mencari nilai yang akan diperoleh ditahun ke-n dan ke-0 ( nilai terminal) maka dapat dicari dengan menggunakan rumus:
Vn = V0
Dengan ketentuan
Vn       : nilai pada tahun ke-n
V0         : nilai pada tahu ke-0
r         : tingkat bunga
n          : jumlah periode
rumus tersebut merupakan rumus dasar yang berguna dalam perhitugan nilai dimasa yang akan dating, dari rumus tersebut dapat diketahui bahwa semakin besar r (tingkat bunga) dan semakin lama n (periode) maka semakin besar nilai masa yang akan datangnya.
2.      Nilai sekarang (present value),
merupakan kebalikan dari konsep nilai terminal atau future value dengan bunga berganda. Kalau kita dihadapkan pada pilihan untuk menerima 10ribu saat ini ataukah 10 ribu satu tahun yang akan dating, maka dengan meperhatikan konsep nilai waktu uang, tentunya kita akan memilih untuk menerima saat ini. Hal tersebutdisebabkan karena nilai sekarang (PV) 10 ribu yang akan kita terima satu tahun yang akan dating, adalah lebih kecil dari10ribu. Secara umum PV dapat ditentukan dengan rumus:
PV = Vn/(1 + r)*n
Dengan ketentuan:
Vn       : nilai arus kas pada waktu ke-n
r           : tingkat bunga (sama setiap tahunnya)
3.      Anuitas,
Adalah suatu seri penerimaan atau pembayaran kas yang jumlahnya sama setiap kali penerimaan atau pembayaran. Misalkan kita membeli sesuatu barang, entah itu misalkan saja TV, yang kita akan membayar setiap bulan sebesar 400ribu selama 6 bulan. Cara pembayaran seperti ini dimaksudkan untuk mempermudah mengingat-ingatnya.
Dalam menghitung angka keseluruhan yang akan kita bayarkan untuk sebuah produk yang cara pembayarannya seperti contoh TV di atas, bisa kita cari menggunakan rumus:
 +

4.      Perpetuity
Merupakan seri penerimaan (atau pembayaran kas) dengan pola tertentu dalam berjangka waktu selamanya. Misalkan kita membeli suatu sekuritas yang akan memberikan penghasilan sebesar A setiap tahun sampai dengan tahun ∞ (tidak terhingga). Kalau tingkat bunga yang relevan setiap tahunnya adalah r, maka PV seri tersebut dapat dicari dengan rumus:
 +
5.      Internal rate of return atau yield (IRR),
IRR atau yield untuk suatu investasi adalah tingkat bunga yang menyamakan present value arus kas keluar dan present value arus kas masuk. Secara matematis, IRR (yang dinyatakan sebagai i) dapat dinyatakan sebagai :
 = 0
A, adalah arus kas pada periode t, yang dapat berwujud kas masuk ataupun kas keluar,
n, adalah periode terakhir arus kas diharapkan akan terjadi, dan
∑, adalah menunjukkan jumlah arus kas yang didiscountdkan (atau dipresent-value-kan) mulai waktu ke-0 sampai dengan ke-n.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar